Minggu, 02 Agustus 2015

LOGIC MODEL


Manajemen kinerja adalah suatu proses yang menggunakan berbagai alat untuk memastikan tujuan program dapat dicapai dengan cara yang paling efisien dan efektif.
Alat manajemen kinerja antara lain:
  1. Logic Model : menyediakan kerangka yang akan membantu staff memahami dan mengkomunikasikan dengan jelas bagaimana aktivitas program, output dan hasil terkait dengan tujuan jangka panjang.
  2. Performance measurement: pengawasan dan pelaporan berkelanjutan dari kemajuan dan penyelesaian program menggunakan ukuran kinerja yang telah dipilih.
  3. Program Evaluation: studi sistematis yang meggunakan analisis dan pengukuran untuk menjawab pertanyaan khusus terkait seberapa baik suatu program berjalan untuk mendapatkan hasilnya dan mengapa.
Program Structure, Outcome Structure dan Context
Logic Model membantu dalam
a.    Membuat eksplisit mengenai hal yang Anda ketahui secara implisit tentang program Anda
b.    Mengklarifikasi bagaimana program bekerja
c.    Memahami atau menyederhanakan “keajaiban” yang terjadi

Logic model adalah grafik atau gambar yang menyatakan hubungan sebab akibat antara aktivitas program dan hasil/konsekuensi yang dimaksud.

Terdapat tiga bagian medasar dari Logic Model:
Program Structure, Outcome Structure dan Context



Jika kita menggambar garis vertical imajiner ditengah diagram, maka sisi kiri terdapat Sumber daya, Aktivitas dan Output yang menjelaskan apa itu Program Structure. Garis putus-putus yang melintasi Pelanggan menggambarkan “Bagaimana program mencapai tujuan yang diinginkan”. Elemen yang berada di sisi kanan garis imajiner menunjukkan Outcome Structure diwakili dengan hasil jangka pendek, hasil jangka menengah dan hasil jangka panjang. Garis putus-putus yang melintasi Hasil Jangka Mengengah menjelaskan “Mengapa program ada dalam usaha”
Perlu diperhatikan pula bahwa garis kedua yang melewati Hasil Jangka Menengah mengindikasikan lingkup pengaruh program, yaitu hasil yang dikendali langsung oleh program.
Terakhir yaitu context. Kondisi eksternal yang mendeskripsikan faktor-faktor diluar kendali Anda, bisa negative maupun positif, yang pasti mempengaruhi hasil dan dampak dari program yang dilakukan. Logic model haruslah fleksibel karena terjadi perubahan-perubahan keadaan dari waktu ke waktu.

Logic Model terdiri dari tujuh (7) elemen, antara lain:

  1. Sumber Daya meliputi investasi programmatic yang tersedia untuk mendukung program, contoh anggaran operasional, pengetahuan, dsb. Dengan kata lain sumber adya adalah segala sesuatu yang dimiliki.
  2. Aktivitas meliputi hal-hal yang Anda lakukan. Aktivitas yang telah direncanakan dalam melaksanakan program. Contoh: penyaluran bantuan teknis, mengembangkan atau merancang workshop, website, lembar fakta atau brosur, dsb. Anda juga dapat mengembangkan atau merancang database.
  3. Output yaitu produk/implementasi target yang dihasilkan dari program yang dilakukan. Misalnya bantuan teknis, workshop, website, lembar fakta dan brosur.
  4. Pelanggan: pengguna produk atau orang-orang yang kita coba pengaruhi atau kita capai.
  5. Hasil : Jangka Pendek        : perubahan dalam pembelajaran, pengetahuan, tingkah  laku, kemapuan dan pemahaman; Jangka Menengah   : perubahan dalam sikap, praktek atau keputusan; Jangka Panjang       : perubahan kondisi.
  6. Pengaruh Eksternal : faktor diluar kendali Anda (positif atau negative) yang dapat mempengaruhi hasil atau dampak program atau proyek.

Perbedaan Output dengan Outcomes
Output : produk dan jasa yang tersedia sebagai hasil langsung aktivitas program atau yang diusulkan.
Outcomes : Perubahan-perubahan atau keuntungan yang dihasilkan dari aktivitas dan output. Penyelesaian tujuan program.

Kegunaan Logic Model
1.    Planning Tool. Logic model dapat membantu staff memahami bagaimana program yang ada dirancang untuk bekerja dan bagaimana program baru bisa dirancang.
2.    Communication Tool. Logic model dapat mengkomunikasikan prioritas program/project.
3.    Implementation Tool. Logic Model dapat digunakan sebagai panduan untuk mendokumentasikan bagaimana program diimplementasikan.
4.    Measurement Design. Logic model dapat membantu mengidentifikasi dan mengembangkan pengukuran kinerja untuk program/proyek mereka. Logic model membantu merencanakan elemen program dalam bentuk sumber daya, aktivitas, output, pelanggan, dan outcomes yang nantinya akan dienyatakan sebagai ukuran kinerja.
5.    Evaluation Design. Logic model dapat digunakan untuk mengindentifikasi dan menfokuskan aspek tertentu dari kinerja program. Pertanyaan evaluasi dapat dipertimbangkan berdasarkan sumber daya, aktivitas, output, pelanggan, dan outcomes.

Keuntungan Menggunakan Logic Model
1.    Menggambarkan logika atau teori program atau proyek. Logic model dapat menggambarkan bagaimana dan mengapa program akan berjalan.
2.    Memusatkan perhatian pada hubungan paling penting antara aksi dan hasil. Logic model memberikan penekanan pada hubungan paling penting antara aksi (hal yang kita lakukan) dengan outcomes (hasil yang dapat dika lihat).
3.    Membangun pemahaman bersama antara staff dan stakeholder. Logic model penting dalam pembagian pemahaman antar stakeholder mengenai bagaimana rancangan program dilaksanakan dan bagaimana elemen dalam program bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuannya.
4.    Membantu staff dalam “mengelola hasil” dan menginformasikan rancangan program. Logic model menciptakan efektivitas dalam mengelola hasil karena pengukuran kinerja yang efektif dapat dengan mudah dihubungkan dengan bagian “kunci” program. Terkait hal tersebut, manajer dapat melacak penggunaan sumberdaya secara efektif dan efisien.
5.    Menemukan “gap” dalam logika suatu program dan berusaha menyelesaikannya. Jika terjadi gap antara logic model program dengan aktualisasinya, maka manajer/staff dapat mencari solusi untuk mencapai kesesuai diantara keduanya.

Keterbatasan Logic Model
1.    Logic model “mewakili” realitas, namun bukan realitas. Logic Model adalah gambaran dari realitas mengenai bagaimana seharusnya program berjalan, akan tetapi Logic model bukanlah kenyataan.
2.    Sifat linearnya gagal menggambarkan/menangkap kompleksitas beberapa program. Pada kenyataannya, program yang dijalankan tidak lah dalam keadaan “vacuum”. Artinya, ada faktor-faktor lain yang saling berinteraksi. Faktor-faktor ini biasanya tidak tergambar dalam linearitas dimensi Logic Model.
3.    Terlalu menyederhanakan program. Sebagai akibat dari sifat linear Logic Model yang gagal menggambarkan/menangkap kompleksitas, program digambarkan terlalu sederhana dengan hanya fokus pada interaksi yang paling tinggi.
4.    Tidak membuktikan program adalah penyebab terjadinya outcome (hasil). Meskipun Logic Model sangat berguna dalam menggambarkan hubungan sebab akibat antara usaha program dan hasil yang diamati, Logic Model sendiri tidak bisa membuktikan atau mendemontrasikan bahwa outcomes (hasil) disebabkan langsung oleh program.
5.    Gagal mengidentifikasikan outcome diluar dari outcomes yg dikehendaki. Logic Model hanya mengidentifikasi outcomes yang hendak dicapai oleh staff, sedangkan outcomes yang timbul diluar yang dikehendaki—baik positif maupun negative—tidak dapat diidentifikasi.

Pihak-pihak yang menggunakan Logic Model
1.    Sektor Privat
Pada sektor privat, Total Quality Management dan pengukuran gerakan kinerja memicu adanya penggunaan Logic Model.
2.    Sektor Publik
Pengenalan dari government performance and Result Act tahun1993 mengarahkan penekanan hasil dan hubungan investasi dengan output dan outcome pada pemerintahan.
3.    Organisasi Nirlaba
United Way menjadi pelopor penggunaan Logic Model dalam pengukuran dan pengidentifikasian outcome.
4.    Organisasi Internasional
Secara internasional, log frame menjadi alat pilihan untuk menghubungkan aktivitas dengan outcome.
5.    Pengevaluasi
Banyak evaluator kesulitan dalam mengevaluasi atau mengembangkan pengukuran untuk program yang merak belum pahami. Logic model sangat membantu mereka dalam memahami teori yang medasari bagaimana program berjalan sebelum mulai melakukan evaluasi.



Contoh kasus
Program penghematan uang saku mahasiswa perantau

  • Latar Belakang

Keinginan menempuh pendidikan terbaik membuat mahasiswa rela meninggalkan kampung halaman untuk menempuh pendidikan di Universitas ternama. Sebagai perantauan, mahasiswa dihadapkan pada penjatahan uang saku dari orang tua masing-masing. Tidak jarang, uang saku mereka sudah habis sebelum kiriman uang saku berikutnya ada.
Saya termasuk mahasiswa yang tidak jarang mendapatkan kondisi dimana pengeluaran lebih besar dari dana yang seharusnya saya miliki. Jauhnya jarak orang tua, mengakibatkan lemahnya pengawasan terhadap arus kas yang saya miliki. Oleh karena itu saya merancang program untuk menekan pengeluaran berlebih selama saya menempuh pendidikan di Universitas. Hal ini saya lakukan agar saya memiliki dana yang cukup untuk kebutuhan penting lain sewaktu-waktu dan meningkatkan kesadaran sebagai anak yang berbakti.

  • Resouces

  1. Uang saku bulanan
  2. Kemampuan melakukan pembukuan
  3. Peralatan mencatat
  4. Activity
  5. Merancang anggaran pendapatan dan belanja mingguan
  6. Melakukan pengeluaran rutin sesuai dengan anggaran yang telah dibuat
  7. Melakukan pencatatan pengeluaran harian
  8. Melakukan kroscek di akhir minggu dan bulan

  • Output

Catatan arus belanja bulanan

  • Hasil Jangka Pendek

Mengurangi pengeluaran tidak penting

  • Hasil Jangka Menengah

Kebiasaan membelanjakan uang bulanan dengan lebih terkendali

  • Hasil Jangka Panjang

Pemanfaatan uang saku yang optimal guna menunjang hidup dan pembelajaran selama menempuh pendidikan di Universitas.



Referensi




Kaki itu adalah Surga (Motivasi Kita)

Kini, aku ingin berbagi sediki, karena sebagai manusia kita harus berbagi kebaikan, kita saling mengingatkan. Ini pengalaman pribadi. Bentuk kesadaran dan aku ingin berbagi teruntuk kita sebagai anak. 

Aku adalah seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi negeri. Bersanding dengan rekan sejawat yang sungguh luar biasa membuatku tak bisa bersantai-santai. Sejak dulu, orang tuaku selalu bercerita mengenai kisah mereka. Kisah mereka sungguh membuatku malu akan perjuangan ku yang masih jauh dari sepadan dengan yang mereka hadapi dulu. Itulah yang membuatku tidak takut merantau, jarang pulang, dan menyibukkan diri. 

Suatu ketika, aku memutuskan untuk pulang setelah beberapa waktu aku tak kembali ke kampung halaman. Ibu menelponku untuk pulang, rindu katanya. Biasa saja di rumah, hanya membantu Bapak membenahi rumah di sana sini. Meskipun perempuan, aku sangat senang membantu Bapak melakukan hal-hal sedikit berbau kelaki-lakian seperti membenahi atap yang bocor, mengecat rumah, sampai mengutak-atik peralatan elektronik rumah tangga. Menurutku pekerjaan itu menantang. 

Lanjut cerita, hari berganti malam. Ibuku tampak letih. Memang Ibuku seorang yang tidak bisa berpangku tangan. Lalu aku pijat kakinya. Serta merta, aku menghela napas panjang. Dadaku sedikit sesak. Ketika kupijat kaki Ibuku, sangat terasa bahwa ototnya tak lagi kencang. Disana mataku terbuka sangat lebar. Ibuku menua, begitu pula Bapakku. Aku diperantauan "sibuk" mengurus urusan mahasiswa. 

Benar kata orang, bahwa surga di telapak kaki Ibu. Ketika kita melihat betapa sulitnya mereka (orang tua) memenuhi kebutuhan keluarga. Itulah salah satu yang membuat kita sadar, bahwa mereka adalah "agen" Tuhan untuk memberikan kita hidup. Itu yang membuat kita bersyukur tanpa patah semangat.

Jadi teman, aku juga memahami sebagai mahasiswa banyak yang ingin kita capai di perkuliahan. Teman, organisasi, komunitas, kelas, tugas kuliah, semuanya itu penting untuk kita. Tapi, jika kita diberi kesempatan pulang, pulang lah. Tengok mereka, dan cium mereka. Di rumah, mereka hanya ingin tau kalau kalian makan enak dan tidur nyenyak walau mereka sendiri susah. "setorkan" kehadiran kalian untuk mengurangi kekhawatiran mereka. Aku yakin, mereka rindu. Tapi mereka segan untuk mengganggu sehingga lewat telepon, sms, atau apapun itu, mereka hanya menyanyakan kabar dan sedikit meminta kita untuk datang. Sadarkan diri kita, dengan melihat orang tua. Dengan begitu, syukur luar biasa akan hadir, semangat berjuang akan muncul, doa-doa akan mengalir, kebajikan lebih banyak kita lakukan. Insya'Allah.